Responsive Ad Slot

Latest

latest

Anaz Siantar Memulai Blogger Menjadi Influencer

2020/03/28

/ by Folknesia

Profil Pengusaha Anaz Siantar


influencer anaz siantar
 
Dahulu blog merupakan media terlengkap berekspresi. Memulai dari blogger tidak sedikit merambah influencer. Salah satunya Anaz Siantar yang memulai dari fashion blogger. Anaz memulai karirnya di 2011 sebagai fashion blogger. Beranjak tampilannya dapat kamu temukan di sosial media Instagram.

Wanita yang memiliki khas gaya street style. Selain menyukai blogging, ia juga menyukai menari dan megoleksi sepatu heel. Jauh sebelum Instagram dia menggunakan sosmed bernama LookBook. Yang kalau dilihat konsepnya sama, menampilkan kolase foto- foto layaknya Instagram.

Tahun 2011, dia lalu mengembangkan blog sendiri, yang diberi nama brownplatform.com. Sekaligus menjadikannya personal branding. Dia baru pindah ke Instagram pada 2012. Tentu platform IG masih culun dan lebih rapih tampilan feed -nya.

Menjadi Selebgram


Ia sempat ragu karena sosmed membuka haters. Dan, ketika dia masuk atas bujukan para penggemar, followernya langsung 300.000. Hingga ia menjadi "kecanduan" memilih platform ini. Walau dia siap mental mendengarkan komentar netizen. Dia memulai Instagram ketika mau kuliah ke Paris.

Awalnya dia kebingungan karena memang beda. Giman caranya dia mengupload foto, dan dia tidak punya teman di sana. Karena memang belum seramai sekarang Instgram dulu sepi. Orang masih ada di Facebook, yang menerapkan konsep pertemanan padahal Instagram tidak butuh teman.

Beruntungnya, salah satu pembaca blognya yang baik mau menolong, dan dia menawarkan bantuan buat posting. Dia mengemail Anaz untuk membantu dan mengupload. Semenjak pristiwa itu, mereka lalu berteman, hingga perjalanan waktu membuat Anaz jago posting.

Intagram tumbuh menjadi platform populer. Ia kemudian berkenalan dengan Andy, fotografer fashion dan stylis. Andy bahkan menjadi fotografer gaya pribadi. Mengikuti perjalanan bisnis Anaz bertravel keluar negeri.

"Meskipun saya membenci komentar, saya masih membaca semua komen, karena saya mencoba menjawab semua pertanyaan penggemar," ia berujar.

Melalui branding "Anas Look" menggabungkan banyak ide baru. Seperti menggabungkan feminim dan maskulin. Tetapi dia tidak pernah melupaka koleksi sepatunya. Sebagi kolektor sepatu dia sudah punya sangat banyak.

Dia biasa menjadi penari mulai dari hip- hop sampai latin. Tarian yang membutuhkan dia memakai sepatu hak tinggi. Alhasil Anaz merasa sakit bila berkegiatan memakai flat shoes. Untuk gaya dia berpakaian di Instagram. Anaz mampu menyerap aneka gaya termasuk dari brand lokal ternama.

Anaz bukan tipikal branded oriented. Gayanya ciamik termasuk ketika bekerja sama dengan Duma. Ini adalah brand fashio premium, pakaian ready to wear karya Natashia Midori. Kolaborasi mereka bernama "Voyage", sempat ngehit bagi kalangan wanita berkelas di Jakarta.

Menjadi influencer sekaligus pengusaha memang menantang. Anaz harus bertraveling keluar negeri seperti ke Australia. Sempat khawatir dia harus menyiapkan konten setiap hari. Hasilnya Anaz mulai menerapkan konsep fashion on the spot. 

Dimanapun Anaz mampu menampilkan gaya fashion dengan latar luar negeri. Sesekali dia tidak akan menyentuh sosial media. "Saya tidak keluar kemanapun dan tidak posting apapun," ia berujar. Anaz akan menikmati hari liburnya dari kepadatan sosial media.

Anaz juga sudah menyiapkan konten kolaboratif. Alhasil, walau dia tidak ditempat, Instagramnya akan tetap update aneka gaya fashion. Menjadi influencer baginya bukan tujuan utama. Melainkan mengaplikasikan idenya melalui brand dan kolaborasi.

Menjadi sosial media influencer membuka peluang ide bisnis. Dia sendiri bukanlah orang yang punya latar belakang fashion. Hanya gadis dengan fashion antusias yang menunjukan ke dunia. Dari gaya berpakaian dia mengembangkan kepercayaa diri gadis lain.

Bermain sosmed baiknya harus punya detox. Ia meyakini bukan hanya dirinya, tetapi followernya harus istirahat antar postingan. Jangan dipaksa dengan berapa banyak postingan dibuat setiap hari. Ia menikah dengan pengusaha muda, Goldwin Yustantio, dan menikmati kehidupan diluar sosial media.

"Selalu menjauh dari telephon kami ketika makan malam di rumah. Tidak ada mengambil foto selfi. Tidak ada membalas chat," ujar Anaz. Inilah kisahnya memulai blogger dan menjadi influencer di sosial media.

No comments

Don't Miss
Folknesia 2020 © all rights reserved
made with