Responsive Ad Slot

Latest

latest

Ahli Pengundang Tawa

2011/08/24

/ by Folknesia
Menjadi komedian alias pelawak itu sepertinya mudah, ya ! Tidak perlu sekolah, karena memang tidak ada sekolahnya! Pokoknya, asal bisa membuat orang lain tertawa sudah cukup. Eh….nanti dulu! Berikut ini ada orang yang ahli di bidang membuat tertawa tersebut, mereka adalah komedian sejati. Siapa mereka ? mereka adalah Bing Slamet, Benyamin Sueb dan Charlie Chaplin.

1. Bing Slamet

Bing Slamet “lahir” di sebuah Pemilihan Bintang Radio yang diadakan RRI pada tahun 60-an. Awalnya, ia seorang penyanyi dengan aliran jazz. Bing Slamet sesunggungnya gitaris jazz yang handal. Nama Bing disandangnya berasal dari nama Bing Crosby, penyanyi jazz internasional, idolanya. Berkat RRI pulalah nama Bing Slamet semakin akrab di telinga masyarakat. Ia kemudian berkolaborasi dengan Ateng, Iskak dan Eddy Sud, yang akhirnya membentuk grup lawak Kwartet Jaya. Tampaknya sang penyanyi jazz telah melebarkan sayap menjadi seorang pelawak.
Tokoh ini pulalah yang pertama kali mempopulerkan film komedi serial made in Indonesia. Ia merambah ke dunia layar lebar lewat Bing Slamet Setan Jalanan, Bing Slamet Sibuk, Dukun Palsu dan Koboi Cengeng.
Sayang, para penggemar Bing Slamet harus rela melepas kepergianya pada 17 Desember 1974 di usia 47 tahun. Ia meninggal karena sakit lever yang sudah di deritanya sejak lama.

2. Benyamin Sueb

Benyamin Sueb alias Benyamin S, asli Betawi. Ia seniman serba bisa. Ya, komedian, penyayi, juga bintang film. Awal mulanya ia adalah penyayi. Hampir mirip kisah karir Bing Slamet, Benyamin sempat bermain jazz dengan Jack Lesmana dan  Bill Saragih.
Benyamin juga seorang pencipta lagu. Lagunya Nonton Bioskop adalah yang paling populer. Sampai sekarang pun kita masih sering dengar lagu tersebut.Seniman kelahiran Jakarta, 5 Maret 1939, yang tergabung dalam kelompok musik tradisional gambang kromong Naga Mustika ini memang bukan pelawak seperti Bing Slamet. Namun gayanya tak kalah bisa membuat orang terpingkal-pingkal. Lagu-lagunya merupakan gambaran keseharian orang Betawi dan isinya pun sederhana namun lucu. Ada lagu  Ngidam Lagi, Ngupi, Nonton Cokek, Ondel-ondel, Pnagnten Sunat, Kompor Mleduk dan Layar Tancep.
Benyamin juga merambah ke dunia film. Tahun 1973 ia memperoleh penghargaan Piala Citra sebagai Pemeran Utama Terbaik dalam film Intan Berduri. Selanjutnya ia menjadi produser dan mendirikan PT. Jiung Film.
Sampai akhir hayatnya pun ia masih terikat memerankan tokoh Babe dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan. Ia meninggal karena serangan jantung saat bermain sepak bola. Sampai saat ini nama besarnya belum bisa tergantikan oleh siapapun.

3. Charlie Chaplin
 
Charlie Chaplin, adalah aktor komedian hollywood Charlie Chaplin juga merupakan aktor terkenal dalam sebuah film yang sangat melegenda pada tahun itu, bukan hanya sebagai aktor Charlie Chaplin juga seorang sutradara yang sukses. Akting charlie chaplin di layar hitam putih menjadikan charlie chaplin sebagai seorang yang handal dalam bidang pantonim dan badut terbaik yang sering dijadikan teladan bagi seniman yang bergelut dibidang itu.
Charli Chaplin adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dan paling kreatif di era film bisu. Di dalam film-filmnya, Charlie Chaplin dikenal suka merangkap-rangkap, mulai dari peran utama, sutradara, penulis naskah, hingga pengisi ilustrasi musik. Karier di dunia hiburan berlangsung selama 65 tahun, dirintisnya sebagai pemeran cilik di panggung zaman Victoria dan pertunjukan komedi music hall di Inggris, dan Charli Chaplin terus berkarya hingga sebelum meninggal di usia 88 tahun. Kehidupan penuh pasang surut, mulai dari masa kecil yang dibalut kemiskinan, hingga tiba di puncak ketenaran bintang Hollywood sekaligus simbol budaya. Kehidupan pribadinya yang gemerlap mengundang banyak sanjungan sekaligus kontroversi.
Charli Chaplin  lahir tanggal 16 April 1889 di East Street, daerah pasar yang ramai di Walworth, sebelah selatan kota London. Kedua orang tuanya yang bekerja sebagai artis penghibur pertunjukan komedi music hall bercerai sebelum Charlie Chaplin menginjak usia 3 tahun.
Menurut data sensus tahun 1891, Charli Chaplin  tinggal bersama kakak dan ibunya yang bernama Hannah di Barlow Street, Walworth. Sewaktu masih kanak-kanak, ibunya mengajak Charlie Chaplin tinggal berpindah-pindah di sekitar Kennington Road, kawasan Lambeth, London.
Ayah kandungnya yang bernama Charlie Chaplin Senior adalah keturunan orang Roma, seorang peminum dan hanya sekali-kali saja menghubungi putranya. Ketika ibunya sedang sakit, Chaplin sempat dititipkan di rumah sang ayah yang ketika itu tinggal bersama seorang wanita simpanan. Rumah tersebut ada di 287 Kennington Road, dan sekarang terdapat plakat peringatan yang menyatakan Charlie Chaplin pernah tinggal di sana.
Ketika masih berusia 12 tahun, Charlie Chaplin ditinggalkan sang ayah untuk selama-lamanya. Charli Chaplin dan kakak sekandung lain bapak yang bernama Sydney Chaplin menjadi tanggung jawab sang ibu, Hannah Chaplin. Malang tidak bisa ditolak, ibu Chaplin menderita Skizofrenia dan akhirnya harus dirawat di rumah sakit jiwa Cane Hill di Coulsdon.
Charlie chaplin terpaksa tinggal di rumah penampungan orang miskin, bekerja untuk imbalan makan dan tempat berteduh di kawasan Lambeth, London. Setelah tinggal di sana beberapa minggu, Charlie chaplin dimasukkan sekolah asrama penampungan anak terlantar bernama Central London District School di Hanwell.
Kakak-beradik Chaplin berjuang bahu-membahu agar bisa bertahan hidup.Chaplin bersaudara tertarik tampil dalam pertunjukan komedi Music Hall di usia yang sangat dini, dan ternyata keduanya memiliki bakat akting alami. Masa kecil Chaplin yang dikungkung kemelaratan nantinya sangat berpengaruh terhadap karakter yang diperankan dan tema film yang dibuatnya.
Tanpa diketahui Chaplin bersaudara, sang ibu ternyata masih memiliki seorang putra bernama Wheeler Dryden yang dibesarkan ayah kandungnya di luar negeri. Wheeler Dryden, adik sekandung Chaplin ini nantinya bergabung dengan Chaplin bersaudara, dan bekerja untuk studio Chaplin di Hollywood.
Di tahun 1928, ibu Chaplin wafat di Hollywood, setelah 7 tahun tinggal di Amerika Serikat atas ajakan ketiga putranya yang sudah sukses.

sumber

No comments

Don't Miss
Folknesia 2020 © all rights reserved
made with